gundahku lama bermukim di pembuluh dengan berpeluh kau coba urai dan mengerti tentang lara yang purba meradang perihal nyawa yang berdenyut di aksara dan setiap sudut yang menyala dan redup setia kaunanti kalbuku sembuh dari renjana aku dari pahit yang tersesat di pena namun, letupan sajak di nadi tak reda meski semakin liar waktu berjatuhan di pundakmu mendekap nanti hanya menambah sesak candu yang enggan tidur; lelehan diksi menjadi elegi beserta ramai dalam dada ini dan isi kepalaku terlalu berserakan untuk aku sembuh dari menulis.
semua yang tertuang di lembar ini adalah fiksi.