Langsung ke konten utama

akhir

aksara setia tampung air sembilu
namun, kepalaku butuh pendengar
sedang aku tak mau fungsi
di tempat ramai.
jantungku setia memeluk
walau sejak lama aku benci mendengar nafasnya.
"payah. kamu payah. 
di ruang fana, hadirmu tak butuh, 
dimana pun kakimu membawa, tak perlu."

tangan kulambai ke arah detak
aku menjumpai akhir.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembunyi

sebut saja aku begitu aku mampu menyelinap kala ingin kau bunuh gigil dengan pelukku yang hangat aku pula yang rajin merayap diam-diam ke kamarmu di sudut pikirmu lalu aku hinggap begitu seterusnya aku ini untukmu walau diam walau kubawa sembunyi kekasihmu tak akan tau bahwa selama ini aku tak biarkanmu menangis, layu bahwa selama ini aku bersedia menjadi tempat keluhmu ia takkan tau selama inilah aku yang selalu ada buatmu, tempatmu datang menjadi pelarian kekasihmu tak akan tau. /1/

Wasting.

I've been wasting most of a lot of time in my life doing something useless and it doesn't even have benefit upon me. How do I did that like everyday on my lifetime and didn't realize it at all? And keep repeating and doing all the same instead. I want everything in my life to be all as what I wanted it to be, but sometimes it doesn't always affect good on me nor important at all.

You

Sometimes I wonder, I wonder way many things I shouldn't because I know I wouldn't get the perfect answer to pay off my curiousty. I wonder the smallest thing, like do you prefer coffee or tea and how do you like it to be, served cold or maybe hot? With a teaspoon of sugar or without any, maybe adding some milk with it or not. Or maybe, just maybe do you prefer plain tasted water bottle?