aksara setia tampung air sembilu
namun, kepalaku butuh pendengar
sedang aku tak mau fungsi
di tempat ramai.
jantungku setia memeluk
walau sejak lama aku benci mendengar nafasnya.
"payah. kamu payah.
di ruang fana, hadirmu tak butuh,
dimana pun kakimu membawa, tak perlu."
tangan kulambai ke arah detak
aku menjumpai akhir.
namun, kepalaku butuh pendengar
sedang aku tak mau fungsi
di tempat ramai.
jantungku setia memeluk
walau sejak lama aku benci mendengar nafasnya.
"payah. kamu payah.
di ruang fana, hadirmu tak butuh,
dimana pun kakimu membawa, tak perlu."
tangan kulambai ke arah detak
aku menjumpai akhir.
Komentar
Posting Komentar