gundahku lama bermukim di pembuluh
dengan berpeluh kau coba urai dan mengerti
tentang lara yang purba meradang
perihal nyawa yang berdenyut di aksara
dan setiap sudut yang menyala dan redup
setia kaunanti kalbuku sembuh dari renjana
aku dari pahit yang tersesat di pena
namun, letupan sajak di nadi tak reda
meski semakin liar waktu berjatuhan di pundakmu
mendekap nanti hanya menambah sesak
candu yang enggan tidur;
lelehan diksi menjadi elegi
beserta ramai dalam dada ini dan
isi kepalaku terlalu berserakan
untuk aku sembuh
dari menulis.
dengan berpeluh kau coba urai dan mengerti
tentang lara yang purba meradang
perihal nyawa yang berdenyut di aksara
dan setiap sudut yang menyala dan redup
setia kaunanti kalbuku sembuh dari renjana
aku dari pahit yang tersesat di pena
namun, letupan sajak di nadi tak reda
meski semakin liar waktu berjatuhan di pundakmu
mendekap nanti hanya menambah sesak
candu yang enggan tidur;
lelehan diksi menjadi elegi
beserta ramai dalam dada ini dan
isi kepalaku terlalu berserakan
untuk aku sembuh
dari menulis.
Komentar
Posting Komentar