aku dikerumuni lamunan
saban matahari ditelan gulita
tak tumbang
tak bergeming
seperti angin yang hinggap
menyapu dedaunan
di detik lainku
lamunan menolak singgah
dan segala yang dilamunkan
sirna
pergi seperti jejak
yang dibuyarkan hujan
aku berada di persimpangan entah
aku bukan pengagum harum deras insan
aku bukan pula pecandu kesunyian indra
kakiku hanya jenuh membawa tubuh ke arah yang sama,
ke arah dimana sama sekali diri tak berpindah.
saban matahari ditelan gulita
tak tumbang
tak bergeming
seperti angin yang hinggap
menyapu dedaunan
di detik lainku
lamunan menolak singgah
dan segala yang dilamunkan
sirna
pergi seperti jejak
yang dibuyarkan hujan
aku berada di persimpangan entah
aku bukan pengagum harum deras insan
aku bukan pula pecandu kesunyian indra
kakiku hanya jenuh membawa tubuh ke arah yang sama,
ke arah dimana sama sekali diri tak berpindah.
Komentar
Posting Komentar