Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

sabtu

kabut renjana terlalu menyesakkan, kau dan aku enggan bertukar gumam hingga kicau malam menggantikan deras matahari dan langit serta-merta sunyi. di hadapanku secangkir sepi yang kukarang sendiri pun bersamamu secangkir entah, kau dan aku masih tak menemui diksi hingga tiba elegi jingga di panggung semesta. kau dan aku masih sibuk memeluk geming hingga merah di timur terjaga kembali. kau dan aku hingga sabtu