Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2016

Sesuatu

seonggok bait dicekam dingin penulisnya sibuk bercinta dengan detak lalu dikumpulkan diksi dari lelehan darah kulitnya meringis ternganga telinganya masih menangkap ribut di pembuluh beribu kali ia berbisik sendiri pada peluknya; luka itu hidup tertanam di lorong kepalanya. tentu, ia masih ingin dan barisan merah ngeri itu bukti ia mampu rasakan sesuatu.