renjana tak libur bersembunyi, pahit diseduh di teras hati. fajar semerbak mengusir gusar atas rindu yang sesadis luka– hadiah dari curangmu masih terjaga di samping porak poranda asa. telah kubunuh bayangmu di kepala tanpa terhitung kali, tetapi dalam sanubari namamu masih– berdenyut; merampas waras
semua yang tertuang di lembar ini adalah fiksi.