Langsung ke konten utama

tiadamu

pahit menelan waktu
melepas genggam jejakmu
dari sudut bibir dan ujung jemari.
suram yang mekar
bersama sirna kunyalakan,
dan rintik sedih berubah
sederas sembilu.
baumu tersesat di tubuhku
telah menemui ketiadaan
tertimbun hari.
pahit sekedar mengingat manis,
dahaga akan memoria
yang mustahil diupayakan.

cinta masih bernyawa,
kamu tidak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembunyi

sebut saja aku begitu aku mampu menyelinap kala ingin kau bunuh gigil dengan pelukku yang hangat aku pula yang rajin merayap diam-diam ke kamarmu di sudut pikirmu lalu aku hinggap begitu seterusnya aku ini untukmu walau diam walau kubawa sembunyi kekasihmu tak akan tau bahwa selama ini aku tak biarkanmu menangis, layu bahwa selama ini aku bersedia menjadi tempat keluhmu ia takkan tau selama inilah aku yang selalu ada buatmu, tempatmu datang menjadi pelarian kekasihmu tak akan tau. /1/

Wasting.

I've been wasting most of a lot of time in my life doing something useless and it doesn't even have benefit upon me. How do I did that like everyday on my lifetime and didn't realize it at all? And keep repeating and doing all the same instead. I want everything in my life to be all as what I wanted it to be, but sometimes it doesn't always affect good on me nor important at all.

You

Sometimes I wonder, I wonder way many things I shouldn't because I know I wouldn't get the perfect answer to pay off my curiousty. I wonder the smallest thing, like do you prefer coffee or tea and how do you like it to be, served cold or maybe hot? With a teaspoon of sugar or without any, maybe adding some milk with it or not. Or maybe, just maybe do you prefer plain tasted water bottle?