Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2016

-

kala petang beralih jadi malam aku kewalahan membunuh waktu tanpa mengingat senyummu menyaingi terik tadi siang niat hati istirahatkan raga merebahkan penat seharian tetapi di setiap sisi bantalku kau tak luput dari ingatan apalagi sengaja ku pandang langit-langit kamar tadinya kusam masih jua ronamu yang ku ingat serta gerak-gerik tersipu

Kamu

sebuah nama yang tiba-tiba mengusik menggugurkan duka di pelupuk mata merampas luka di penghujung senja menggantikan dengan sebuah rasa yang buat lutut tak lagi berkutik begitu banyak kamu dalam doa kupanjatkan baik ketika kemarau hingga datang lagi penghujan tak letih mengharapkanmu mengaminkan tak jera sajak tak bertitik kulayangkan ku tahu takdir 'kan datangkan kamu ke pelukan

Enam

pengutuk enam pagi yang amat tergesa waktu paling hebat dihujami akan kamu sekedar khayal maupun nyata tiada beda baik raga dan otakku hafal tanpa jemu begitulah jarak pemisah aku dan kamu antara pengidap lalu si penawar rindu terperangkap ego dan jarahan rasa malu batin tanyakan hanyakah berbuah semu? penikmat enam sewaktu merekah senja menyesap kopi panas berukir wajahmu meluluhkan hati dari muram durja jua seharian letih bekerja memahat pilu begitu payah kuakui diri tanpa kamu begitu jauh enam dilalui agar bertemu namun sesungguhnya bila kau tahu tanpa letih diriku disini menunggumu

Januari

Desember kemarin aku menyantap rayumu bagai sarapan Desember kemarin siang hari pun wajahmu dipenuhi senyuman Desember kemarin senja bersamamu kuhabiskan Desember kemarin melainkan bintang namun matamu berkilauan Desember kemarin jemarimu hangat ketika kau tautkan hingga Januari dengan geram menjumpai hingga Januari merenggutmu, Desemberku aku yang semula utuh menjadi serpihan aku yang gemulai mencinta menjadi kaku aku yang banyak bicara perihal kamu menjadi bungkam aku yang kini hanya dapat mengenangmu dalam ingatan aku yang hanya bertemu denganmu lewat tulisan padahal Januari tak pernah sekejam pergimu tak sepahit 'selamat tinggalmu' tak segetir ingatanku tentangmu