kala petang beralih jadi malam aku kewalahan membunuh waktu tanpa mengingat senyummu menyaingi terik tadi siang niat hati istirahatkan raga merebahkan penat seharian tetapi di setiap sisi bantalku kau tak luput dari ingatan apalagi sengaja ku pandang langit-langit kamar tadinya kusam masih jua ronamu yang ku ingat serta gerak-gerik tersipu
semua yang tertuang di lembar ini adalah fiksi.