kepalaku terlalu sibuk
perihal yang tidak dalam genggam
termasuk kamu
bahkan mimpi yang kutanam
hanya sekali menyentuh tumit kaki
nadiku masih deras berpuisi
walau tiada meletup
seperti pipi merah para gadis
yang dalam hatinya dihuni renjana
atau korban janji-janji api.
langit langit kamarku selalu
menyambut murung sapaan mataku
melebihi cermin yang tak terlalu senang
lama memantulkan bayanganku
dan hanya untuk huruf-huruf mungil di saku jari
atau yang kadang terselip di matamu
aku hidup
tetapi sia-sia,
karena aku tak menemukan pengganti
paru-paruku.
perihal yang tidak dalam genggam
termasuk kamu
bahkan mimpi yang kutanam
hanya sekali menyentuh tumit kaki
nadiku masih deras berpuisi
walau tiada meletup
seperti pipi merah para gadis
yang dalam hatinya dihuni renjana
atau korban janji-janji api.
langit langit kamarku selalu
menyambut murung sapaan mataku
melebihi cermin yang tak terlalu senang
lama memantulkan bayanganku
dan hanya untuk huruf-huruf mungil di saku jari
atau yang kadang terselip di matamu
aku hidup
tetapi sia-sia,
karena aku tak menemukan pengganti
paru-paruku.
Komentar
Posting Komentar