pahit menelan waktu melepas genggam jejakmu dari sudut bibir dan ujung jemari. suram yang mekar bersama sirna kunyalakan, dan rintik sedih berubah sederas sembilu. baumu tersesat di tubuhku telah menemui ketiadaan tertimbun hari. pahit sekedar mengingat manis, dahaga akan memoria yang mustahil diupayakan. cinta masih bernyawa, kamu tidak .
semua yang tertuang di lembar ini adalah fiksi.