Tampaknya bukan, tidak. Bukan dari insiden apapun aku berhenti menganggap diriku normal, atau seperti bagaimana standarisasi normal itu berlaku. Tidak, sungguh inilah nyata terjadi dan bukan delusi semata. Di tengah malam di langit dengan bulan berwarna pucat elok meski tanpa pelukan bintang di luar sana, naluriku menyentuh alam seperti air dari langit yang baru saja berterusan menetes menjadi semakin sedikit menyisakan suara dentingan kasar permukaan genting besi.
semua yang tertuang di lembar ini adalah fiksi.