sunyi sedang tersedu bahasaku dilumat malam; seusai kita meramu peluk pintu purnama tersingkap dingin tak lagi buta terbit bibirmu yang hangat menyalakan debar menyurutkan jantung waktu. pundakmu persilahkan rinduku rebah dan gugur serta rindumu lepas dan tenggelam di tubuhku.
semua yang tertuang di lembar ini adalah fiksi.