kau adalah mimpi mimpi di pagi dan malamnya baik lelap maupun terjaga mimpi yang erat dalam genggamnya kau adalah mimpi yang ia tanam dan tumbuh subur dimana aku menjadi hama porak-porandakan harapannya
dengan mudahnya kau terselip di antara diksi dan sajak yang terlampaui banyak menimbun gelap, sepi, luka, biru menjadi manis pahit rindu dari lama menahun tenggelam, lelap bahkan aku tak memahami saat mereka mengetuk masuk datangi dari masa lalu
kau pernah beri aku kemerahan di ujung jemarimu tak berlaku lagi kini aku menggertak; gigil baramu tak padam namun aku meredup aku mulai enggan dengan warnamu dengan nyalamu
berlalu lalang aku dipenuhi suara insan namun aku mengecap getir sepi banyak jiwa banyak mata hampir berdesak namun aku masih sendiri ramai ruangan terisi suara-suara berebut menyelinap telingaku namun masih sunyi hati
perlahan pintu tertutup mengunci tubuh dalam gelap tak nampak tak terlihat lalu api kudatangkan menyala, membakar panasnya tak melukaiku malah menjadi teman; aneh