sebuah nama yang tiba-tiba mengusik
menggugurkan duka di pelupuk mata
merampas luka di penghujung senja
menggantikan dengan sebuah rasa
yang buat lutut tak lagi berkutik
begitu banyak kamu dalam doa kupanjatkan
baik ketika kemarau hingga datang lagi penghujan
tak letih mengharapkanmu mengaminkan
tak jera sajak tak bertitik kulayangkan
ku tahu takdir 'kan datangkan kamu ke pelukan
menggugurkan duka di pelupuk mata
merampas luka di penghujung senja
menggantikan dengan sebuah rasa
yang buat lutut tak lagi berkutik
begitu banyak kamu dalam doa kupanjatkan
baik ketika kemarau hingga datang lagi penghujan
tak letih mengharapkanmu mengaminkan
tak jera sajak tak bertitik kulayangkan
ku tahu takdir 'kan datangkan kamu ke pelukan
Komentar
Posting Komentar