pengutuk enam pagi yang amat tergesa
waktu paling hebat dihujami akan kamu
sekedar khayal maupun nyata tiada beda
baik raga dan otakku hafal tanpa jemu
begitulah jarak pemisah aku dan kamu
antara pengidap lalu si penawar rindu
terperangkap ego dan jarahan rasa malu
batin tanyakan hanyakah berbuah semu?
penikmat enam sewaktu merekah senja
menyesap kopi panas berukir wajahmu
meluluhkan hati dari muram durja
jua seharian letih bekerja memahat pilu
begitu payah kuakui diri tanpa kamu
begitu jauh enam dilalui agar bertemu
namun sesungguhnya bila kau tahu
tanpa letih diriku disini menunggumu
waktu paling hebat dihujami akan kamu
sekedar khayal maupun nyata tiada beda
baik raga dan otakku hafal tanpa jemu
begitulah jarak pemisah aku dan kamu
antara pengidap lalu si penawar rindu
terperangkap ego dan jarahan rasa malu
batin tanyakan hanyakah berbuah semu?
penikmat enam sewaktu merekah senja
menyesap kopi panas berukir wajahmu
meluluhkan hati dari muram durja
jua seharian letih bekerja memahat pilu
begitu payah kuakui diri tanpa kamu
begitu jauh enam dilalui agar bertemu
namun sesungguhnya bila kau tahu
tanpa letih diriku disini menunggumu
Komentar
Posting Komentar