Desember kemarin aku menyantap rayumu bagai sarapan
Desember kemarin siang hari pun wajahmu dipenuhi senyuman
Desember kemarin senja bersamamu kuhabiskan
Desember kemarin melainkan bintang namun matamu berkilauan
Desember kemarin jemarimu hangat ketika kau tautkan
hingga Januari dengan geram menjumpai
hingga Januari merenggutmu, Desemberku
aku yang semula utuh menjadi serpihan
aku yang gemulai mencinta menjadi kaku
aku yang banyak bicara perihal kamu menjadi bungkam
aku yang kini hanya dapat mengenangmu dalam ingatan
aku yang hanya bertemu denganmu lewat tulisan
padahal Januari tak pernah sekejam pergimu
tak sepahit 'selamat tinggalmu'
tak segetir ingatanku tentangmu
Desember kemarin siang hari pun wajahmu dipenuhi senyuman
Desember kemarin senja bersamamu kuhabiskan
Desember kemarin melainkan bintang namun matamu berkilauan
Desember kemarin jemarimu hangat ketika kau tautkan
hingga Januari dengan geram menjumpai
hingga Januari merenggutmu, Desemberku
aku yang semula utuh menjadi serpihan
aku yang gemulai mencinta menjadi kaku
aku yang banyak bicara perihal kamu menjadi bungkam
aku yang kini hanya dapat mengenangmu dalam ingatan
aku yang hanya bertemu denganmu lewat tulisan
padahal Januari tak pernah sekejam pergimu
tak sepahit 'selamat tinggalmu'
tak segetir ingatanku tentangmu
Komentar
Posting Komentar