sebut saja aku begitu aku mampu menyelinap kala ingin kau bunuh gigil dengan pelukku yang hangat aku pula yang rajin merayap diam-diam ke kamarmu di sudut pikirmu lalu aku hinggap begitu seterusnya aku ini untukmu walau diam walau kubawa sembunyi kekasihmu tak akan tau bahwa selama ini aku tak biarkanmu menangis, layu bahwa selama ini aku bersedia menjadi tempat keluhmu ia takkan tau selama inilah aku yang selalu ada buatmu, tempatmu datang menjadi pelarian kekasihmu tak akan tau. /1/
semua yang tertuang di lembar ini adalah fiksi.
Komentar
Posting Komentar