dengan mudahnya
kau terselip di antara diksi dan sajak
yang terlampaui banyak
menimbun gelap, sepi, luka, biru
menjadi manis pahit rindu
dari lama menahun tenggelam, lelap
bahkan aku tak memahami
saat mereka mengetuk masuk
aku masih bersedia
berdiri, menjadi tempatmu pulang
dan masihkah aku, bagimu?
walau kini aku masih berkelana
di bawah atap yang bukan milikmu
masihkah aku, bagimu?
Sangat dalam maknanya...
BalasHapus